GreenTect’s Blog

Just another WordPress.com weblog

AGROFORESTRY January 3, 2009

Filed under: Uncategorized — hijauqoe @ 9:37 am

Hutan merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam tatanan lingkungan dibumi ini. Hutan memiliki banyak fungsi yang sangat penting dan berguna bagi keberlanjutan kehidupan manusia. Di Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memiliki hutan cukup luas. Oleh karena itu, Indonesia sempat mendapatkan gelar sebagai ”Paru-paru dunia”. Selain hutan sebagai penghasil gas oksigen ( O2 ), hutan juga dapat mencegah timbulnya berbagaai macam bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, erosi, dan bahkan sebagai penahan gelombang laut yang besar. Selain itu, hutan juga sebagai tempat tinggal bagi jutaan flora dan fauna.
Tetapi, sekarang ini disaat penduduk bumi semakin bertambah, kebutuhan pangan semakin meningkat, wilayah pertanian semakin menyempit, sehingga banyak masyarakat yang mengubah hutan menjadi wilayah pertanian. Salah satunya yang terjadi di Indonesia. Mereka tidak menyadari dampak yang akan terjadi jika hutan dibabat habis dan dijadikan lahan pertanian. Berbagai dampak akan terjadi seperti, kesuburan tanah menurun, bencana alam akan meningkat, banjir, longsor, kekeringan, erosi, kepunahan flora dan fauna, bahkan perubahan iklim yang sekarang ini telah melanda bumi tercinta kita ini.
Ada beberapa konsep untuk menghindari hal diatas. Suatu sistem pertanian baru diperkenalkan, yaitu Agroforestry. Sistem pertanian ini merupakan penggabungan dari dua macam bidang yaitu pertanian dan kehutanan. Secara sederhana agroforestry adalah usaha tanaman campuran antara tumbuhan berkayu (pohon) dengan tanaman pangan/pakan ternak. Definisi yang lebih luas adalah komprehensif telah dikemukakan oleh para ilmuwan, antara lain Maydel (1969), King dan Chandler (1978), McKinnel dan Batini (1978), Sumarwoto et al. (1979), Vergara (1982) dan Nair dan Fernandes (1984). Tampaknya definisi agroforestry ini beragam tergantung pada sudut pandang si pembuat definisi dan latar belakang budaya tempat agroforestry diterapkan. Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan penting tentang agroforestry sebagai berikut :
a. Agroforestry adalah suatu system penggunaan lahan yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil total secara lestari.
b. Pencapaian tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara mengkombinasikan tanaman berkayu (pohon) dengan tanaman pangan atau tanaman pakan ternak.
c. Usahanya dilaksanakan pada sebidang lahan yang sama, baik secara bersamaan waktunya atau secara bergantian.
d. Pelaksanaan agroforestry (management) harus disesuaikan dengan latar belakang sosial dan budaya setempat, kondisi ekonomi dan kondisi ekologi setempat.
e. Lahan yang diusahakan untuk agroforestry berada dalam satu unit management yang sama.

Jadi, agroforestri adalah suatu system penggunaan lahan yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil total secara lestari, dengan cara mengkombinasikan tanaman pangan/pakan ternak dengan tanaman pohon pada sebidang lahan yang sama, baik secara bersamaan atau secara bergantian, dengan menggunakan praktek-praktek pengolahan yang sesuai dengan kondisi ekologi, ekonomi, sosial dan budaya setempat.

Sistem agroforestri sendiri memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
1. Manfaat bagi Lingkungan
a. Mengurangi laju aliran permukaan, pencucian zat hara tanah, dan erosi, karena adanya pohon-pohon yang menghalangi terjadinya proses-proses tersebut.
b. Perbaikan kondisi iklim makro, misalnya penurunan suhu permukaan tanah dan laju evaporasi melalui penutupan oleh tajuk pohon dan mulsa.
c. Peningkatan kadar unsure hara tanah, karena adanya serasah/humus.
d. Perbaikan struktur tanah karena adanya penambahan bahan organic yang terus menerus dari serasah yang membusuk.

2. Manfaat Sosial dan Ekonomi
Sistim agroforestry pada suatu lahan akan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi petani, masyarakat dan daerah setempat. Manfaat tersebut berupa :
1) Peningkatan dan penyediaan hasil berupa kayu pertukangan, kayu bakar, pangan, pakan ternak dan pupuk hijau.
2) Mengurangi timbulnya kegagalan panen secara total, yang sering terjadi pada sistim pertanian monokultur
3) Memantapkan dan meningkatkan pendapatan petani karena adanya peningkatan dan jaminan kelestarian produksi.
4) Perbaikan standar hidup petani karena ada pekerjaan yang tetap dan pendapatan yang lebih tinggi.
5) Perbaikan nilai gizi dan tingkat kesehatan petani dan adanya peningkatan jumlah dan keaneka-ragaman hasil pangan yang diperoleh.
6) Perbaikan sikap masyarakat dalam cara bertani : melalui tempat penggunaan lahan yang tetap.
Walaupun pada umunya sistim agroforestry memberikan pengaruh positif (manfat) namun dalanm pelaksanaannya dijumpai hambatan-hambatan, baik secara ekologis/lingkungan maupun hambatan sosial dan ekonomis.
Dari beberapa uraian diatas menunjukkan bahwa sistem agroforestry dapat digunakan sebagai solusi untuk memperbaiki sestem pertanian masyarakat yang telah merusak hutan, yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi seluruh manusia.
By. Fitriaji NH

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.